REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Moch Hisyam
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata, ada seseorang yang datang kepada Nabi SAW seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?” Beliau menjawab, “Bersedekahlah
selama kamu masih sehat, bakhil (suka harta), takut miskin, dan masih
berkeinginan untuk kaya. Dan, janganlah kamu menunda-nunda sehingga
apabila nyawa sudah sampai di tenggorokan maka kamu baru berkata, ‘Untuk
fulan sekian dan untuk fulan sekian,' padahal harta itu sudah menjadi
hak si fulan (ahli warisnya).” (Muttafaqun ‘alaih).
Hadis di
atas memberikan pelajaran penting kepada kita mengenai saat sedekah
yang akan diganjar dengan pahala yang besar oleh Allah SWT, salah
satunya adalah bersedekah saat diri kita sedang sehat.
Besarnya pahala yang didapat orang yang bersedekah pada saat sehat
dikarenakan pada umumnya manusia akan merasa pelit ketika berada dalam
keadaan sehat.
Bila ia bersedekah dalam kondisi sehat hal itu
menjadi bukti akan kesungguhan niatnya dan begitu besar kecintaannya
kepada Allah SWT. Inilah yang menjadikan bersedekah pada waktu sehat
adalah sedekah yang utama dan berpahala besar.
Berbeda halnya
dengan mereka yang sudah tidak mempunyai harapan lagi untuk sehat.
Sementara, ia memandang hartanya akan menjadi milik orang lain maka
ketika itu sedekahnya merupakan suatu kekurangan. Karena itu, bersedekah
pada saat sehat merupakan bagian penting yang harus kita lakukan dalam
hidup ini.
Jangan sampai nikmat sehat yang Allah SWT anugerahkan
kepada kita kosong dari amal saleh, salah satunya kosong dari
bersedekah. Selain berpahala besar, ketika kita bersedekah pada saat
sehat akan menjadikan kita golongan orang yang menyegerakan amal
kebaikan.
Hal ini dapat kita pahami dari hadis Rasulullah SAW, “Bersegeralah
kamu sekalian untuk beramal sebelum datang tujuh hal; tidaklah kamu
menantikan kecuali kemiskinan yang menimbulkan kelalaian, kekayaan yang
dapat menimbulkan kesombongan, sakit yang merusak, ketuarentaan yang
melemahkan akal, kematian yang membunuh dengan cepat, atau menunggu
datangnya dajal padahal ia adalah sejelek-jeleknya yang ditunggu, atau
menunggu datangnya hari kiamat padahal kiamat itu lebih berat dan lebih
pahit (pedih).” (HR Tirmidzi).
Selain itu, bersedekah pada
saat diri kita sehat sama dengan mensyukuri nikmat kesehatan. Itu karena
bukti mensyukuri nikmat sehat adalah mempergunakan nikmat sehat itu
dengan melakukan ketaatan kepada-Nya yang salah satunya mengisi nikmat
sehat dengan banyak bersedekah.
Lainnya, bersedekah pada saat
sehat termasuk orang yang diutamakan karena kebanyakan manusia sering
melupakan nikmat sehat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu karenanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari).
Untuk
itu, selagi sehat, mari isi kesempatan yang Allah anugerahkan ini
dengan memperbanyak amal kebaikan, di antaranya, dengan bersedekah agar
mendapatkan pahala yang besar dan keutamaan dari Allah SWT. Wallahu’alam.

Posting Komentar