REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Bidang (Korbid) Kebijakan Publik
Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat (PP)
Muhammadiyah, Nadjamuddin Ramly, menyatakan Indonesia memerlukan
pemimpin yang dapat diteladani dengan satunya kata dan tindakan.
"Indonesia
tidak membutuhkan pemimpin yang hanya mencitrakan dirinya baik, padahal
dia gembong koruptornya. Pemimpin seperti ini tidak akan mampu
memberikan teladan untuk mengatasi berbagai bentuk penyimpangan yang
merajalela itu," tutur Nadjamuddin saat dihubungi Republika Online pada Rabu malam (21/5).
Indonesia,
ujarnya, membutuhkan pemimpin yang berjiwa nasionalis sehingga sumber
daya alam (SDA) Indonesia untuk sebesar-besarnya kemakmuran bangsa
Indonesia sesuai dengan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Berbagai
bentuk penyimpangan itu, paparnya, terlihat dari besarnya jumlah
penegak hukum yang bermental korup sehingga pihak yang benar dapat
disalahkan dan pihak yang salah dapat dibenarkan melalui suap.
Penyimpangan
juga terjadi dalam pengelolaan sumber daya alam, terangnya, karena
hampir seluruhnya menguntungkan asing, seperti minyak dan gas bumi,
mineral dan batubara, serta sumber daya air.
LHKP Muhammadiyah: Indonesia Butuh Pemimpin Berjiwa Nasionalis
Written By Syaffa on Kamis, 22 Mei 2014 | 22.40
Label:
news

Posting Komentar