REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA — Selama pemerintahan Reccep Tayyip Erdogan bagi
selama menjabat perdana menteri maupun presiden jumlah sekolah Islam di
Turki meningkat. Tahun 2002, jumlah sekolah Islam hanya 65 ribu, kini
jumlahnya naik signifikan.
Kenaikan itu justru membuat cemas
kalangan orang tua. Mereka justru menginginkan anak-anaknya mengenyam
pendidikan sekuler ketimbang sekolah agama. “Kami sangat menentang
pendidikan dengan aturan agama,” kata Ilknur birol, Juru Bicara Aktivis
‘Dont Touch My School’, seperti dilansir Alarabiya, Selasa (2/12).
Pendapat
senada juga diutarakan Filiz Gurlu. Ia menilai semakin banyak sekolah
sekular yang dijadikan sekolah agama membuat perubahan drastis.
Anak-anak tidak lagi memiliki akses ke perpustakaan, komputer, dan
ruangan musik. “Ini hal yang keliru,” kata dia.
Para orang tua
ini menilai lebih baik Turki memberikan pendidikan sekuler guna mengejar
ketertinggalan dengan negara Barat. Ini jauh lebih baik ketimbang
mencetak generasi muda yang taat .
Namun, Presiden Erdogan
memiliki pertimbangan khusus soal ini. Ia mengatakan, pendidikan agama
merupakan benteng dari kerusakan moral. “Ketika tak ada pendidikan
agama dan moral, akan muncul masalah sosial serius seperti kecanduan
narkoba dan rasisme yang mengisi kesenjangan,” kata dia.
“Saya
tahu, banyak dari pelajar sekolah agama sulit mendapatkan akses
pendidikan ke perguruaan tinggi. Semoga Allah tidak membuat kita hidup
seperti itu lagi,”
Sebelumnya, sekolah agama sempat ditutup pada
tahun 1997 melalui tekanan militer. Kemudian, Partai Keadilan dan
Perubahan (AK) berkuasa, aturan itu dicabut. Sekolah agama pun tumbuh
subur.
Andreas Schleicher, seorang pakar pendidikan di Organisasi
untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), mengatakan pendidikan
Turki masih rendah untuk ukuran standar Barat, "Turki masih memiliki
jalan panjang untuk mengejar ketinggalan dengan dunia industri dalam
pendidikan. Tetapi jika Anda hanya melihat jumlah perubahan yang telah
terjadi, baik pada kualitas dan keadilan, sangat luar biasa, "katanya.
Sekolah Sekuler Turki Mulai Ditinggalkan
Written By Syaffa on Selasa, 02 Desember 2014 | 05.58
Label:
khazanah

Posting Komentar