RMOL. Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP
Muhammadiyah akan menggelar kongres pertama pada 2-3 April mendatang.
Kongres ini diadakan sebagai bentuk keprihatinan terhadap persoalan
bangsa sejak reformasi bergulir.
"Kongres ini dilatarbelakangi
keprihatinan mendalam. Setelah era reformasi dari sekian kali pemilu
hasilnya tidak mengarah pada kemajuan bangsa yang leading dan
unggul," ungkap Ketua LHKP PP Muhammadiyah Imam Addaruqutni dalam jumpa
pers di kantor PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta, Kamis
(27/3).
Dia menjelaskan, dari kongres yang akan digelar jelang
Pemilu 2014 ini, Muhammadiyah berharap Indonesia bisa meningkatkan diri
jadi bangsa yang unggul lewat kebijakan, bukan malah alergi dan risih
dengan politik. Sebab, politik bukan hanya politik praktis seperti yang
dibangun selama ini.
Menurut Imam, selama 15 tahun era reformasi
berjalan masih banyak persoalan bangsa yang belum terselesaikan. Di
mana, praktik korupsi meningkat dan integritas politisi semakin luntur
sehingga banyak produk undang-undang yang dibuat tidak menguntungkan
rakyat.
"Nasionalisme harus kita revitalisasi, ini keprihatinan," katanya.
Imam
juga menyayangkan bahwa kritik yang disampaikan kepada pemerintah
justru seolah-olah digambarkan sebagai bentuk kebencian karena tidak
mendapat jatah di pemerintahan.
"Pandangan itu sesuatu yang tidak
benar. Tradisi Muhammadiyah sejak dulu tidak mencari apa-apa. Kritik
tetap berlangsung baik itu ada jabatan maupun tidak ada. Karena itu,
kita ingin ingatkan warga Muhammadiyah dan bangsa bahwa tanpa peran
Muhammadiyah tampaknya juga ada yang kurang," jelas Imam.
Dalam
Kongres LHKP Muhammadiyah ini akan hadir sejumlah tokoh nasional sebagai
pembicara. Mulai dari Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Syafi'i
Maarif hingga Amien Rais. [zul]
Prihatin Kondisi Politik, LHKP Muhammadiyah Gelar Kongres
Written By Syaffa on Kamis, 27 Maret 2014 | 22.53
Label:
news

Posting Komentar